Rembuk Pendidikan Hari Kedua: Bupati Soppeng Soroti Kualitas SDM dan Ketimpangan Distribusi Guru

Uncategorized761 Dilihat

Soppeng – Spionase news.com. Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng memasuki hari kedua pelaksanaannya pada Kamis (2/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng ini tetap memfokuskan pembahasan pada pemetaan dan distribusi tenaga pendidik, dan dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng.

Pada hari kedua ini, peserta yang hadir terdiri dari kepala sekolah tingkat Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Soppeng, serta kepala sekolah tingkat Dasar (SD) yang berasal dari empat kecamatan, yaitu Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.

Dalam sesi pemaparan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, kembali menegaskan bahwa distribusi dan efektivitas kinerja guru di satuan pendidikan masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia pendidikan di daerah tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus. Ia mengungkapkan data yang menunjukkan adanya ketimpangan yang cukup nyata: saat ini Kabupaten Soppeng tercatat memiliki kelebihan sekitar 130 orang guru, namun di sisi lain, masih terdapat beberapa kecamatan yang justru mengalami kekurangan tenaga pengajar. Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung pada efektivitas layanan pendidikan yang diterima oleh peserta didik.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa ketimpangan distribusi guru tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik secara berkala, guna memastikan penempatan guru dilakukan secara lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan di setiap satuan pendidikan.

“Penumpukan guru di satu tempat sementara di tempat lain kekurangan harus segera diatasi. Jika kelebihan, ada guru yang tidak cukup jam mengajarnya dan berpotensi tidak mendapatkan hak sertifikasi. Ini tentu berdampak langsung pada kesejahteraan dan pendapatan guru itu sendiri,” ujar Bupati dalam arahannya.

Selain persoalan distribusi, Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sektor pendidikan. Menurutnya, kualitas guru dan manajemen pendidikan adalah kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Bupati juga menilai bahwa kegiatan Rembuk Pendidikan ini menjadi ruang dialog yang sangat penting untuk memperkecil kesenjangan informasi antara kebijakan pemerintah daerah dengan realitas yang dihadapi oleh para guru di lapangan.

“Rembuk seperti ini sangat bermanfaat karena mengurangi kesenjangan informasi antara pemerintah daerah dengan para guru di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil nantinya akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Seluruh hasil diskusi dan masukan dari rangkaian kegiatan Rembuk Pendidikan ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi oleh Dewan Pendidikan. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan utama dalam pengambilan kebijakan pendidikan di masa depan, demi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih adil dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *