Kemerdekaan dalam Bayang Penjara Tanpa TeraliOleh: H. A. Ahmad Saransi

Uncategorized660 Dilihat

Makassar–Spionasenews.cpm. Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Kita mengenang masa lalu sebagai bangsa yang pernah dijajah, dikuras, dan dieksploitasi oleh kekuatan asing. Sumber daya alam kita dikeruk, tenaga kita diperas, harkat kita diinjak. Saat itu, jelas siapa penjajah, siapa yang tertindas.

Namun kini, ketika bendera telah lama berkibar dan teknologi menjadi bagian dari keseharian, kita harus bertanya kembali: Apakah kita sungguh telah merdeka?

Kemerdekaan fisik telah kita miliki, tetapi jangan-jangan kita tengah berpindah dari satu bentuk penjara ke penjara lain, penjara tanpa terali, yang tak terlihat oleh mata, namun mengekang jiwa.

Kita hidup dalam pusaran target, tuntutan performa, dan citra (like and subscribe👍👍). Di balik layar gadget yang menyala, kita mengejar validasi, membangun standar-standar yang kita ciptakan sendiri, lalu terjebak di dalamnya. Kita menjadi penjajah atas diri sendiri. Kita mengekspolitasi waktu, tenaga, bahkan nurani kita, demi hal-hal yang belum tentu bermakna. Kita kejar produktivitas, tapi lupa pada kemanusiaan. Kita bangun pencapaian, tapi kadang abaikan nilai-nilai.

Dulu, penjajahan datang dari luar. Kini, penjajahan bisa datang dari dalam.

Dulu, kita berjuang mengusir bangsa asing. Kini, kita harus berani memerdekakan diri dari ilusi, dari kerakusan, dari tekanan yang tidak selalu perlu.

Maka, arti kemerdekaan di usia ke-80 ini bukan hanya soal terbebas dari penjajahan fisik. Tapi bagaimana kita merdeka dari penjara batin, dari sistem dan budaya yang menggerus harkat, dari eksploitasi terhadap diri sendiri yang tanpa sadar kita normalisasi.

Mari rayakan kemerdekaan ini dengan keberanian baru: Keberanian untuk Shut down, berhenti sejenak, merefleksi, dan menyusun ulang nilai-nilai.
Agar kita bukan hanya bangsa yang bebas, tapi juga bangsa yang utuh, sadar, dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *