Supriansa Dipercaya Jadi Ketua Harian Golkar Sulsel, Figur Perekat untuk Kembalikan Kejayaan Beringin

Uncategorized28 Dilihat

Makassar— Spionasenews.com. Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan mulai membangun format baru kepemimpinan di bawah Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Salah satu keputusan strategis yang mencuat adalah dipercayakannya Dr. Supriansa, S.H., M.H. sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulsel.

Penunjukan tersebut menempatkan Supriansa sebagai figur penting yang akan mendampingi IAS dalam menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Informasi penunjukan Supriansa sebagai Ketua Harian dikonfirmasi langsung oleh IAS. Ia menyatakan akan bersinergi dengan Supriansa untuk membesarkan kembali Golkar di Sulsel dan merebut kembali posisi strategis partai tersebut dalam percaturan politik daerah.
Supriansa sendiri menyatakan kesiapannya menerima amanah tersebut. Sebagai kader Golkar, ia menegaskan siap ditempatkan di mana pun selama tugas tersebut ditujukan untuk membesarkan partai.

“Sebagai kader Golkar, saya siap ditugaskan di mana pun demi membesarkan Partai Golkar.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa posisi Ketua Harian tidak semata-mata dipandang sebagai jabatan struktural, tetapi sebagai bagian dari strategi konsolidasi untuk mengembalikan kekuatan Golkar di Sulawesi Selatan.

Dipandang Mampu Menyatukan Berbagai Komponen
Masuknya Supriansa ke posisi Ketua Harian dinilai bukan keputusan tanpa pertimbangan. Sosok mantan Wakil Bupati Soppeng dan mantan Anggota Komisi III DPR RI tersebut dianggap memiliki pengalaman yang cukup untuk mengelola dinamika organisasi, membangun komunikasi lintas kelompok serta meredam potensi konflik internal.

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan mengenai keputusan IAS menyebut Supriansa dinilai mampu mengelola potensi konflik menjadi harmoni. Kemampuan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membangun duet kepemimpinan IAS-Supriansa di tubuh Golkar Sulsel.

Bahkan, posisi Ketua Harian yang kini diperkenalkan dalam struktur Golkar Sulsel disebut mengadopsi pola kepengurusan yang telah diterapkan di DPD I Golkar di provinsi lain, termasuk Jawa Timur.

Dengan posisi tersebut, Supriansa diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak kegiatan organisasi sehari-hari, sementara IAS tetap memegang kendali strategis sebagai Ketua DPD I.
Modal Politik dan Pengalaman Nasional
Supriansa bukan nama baru dalam peta politik Sulawesi Selatan. Tokoh asal Kabupaten Soppeng tersebut memiliki perjalanan karier yang cukup panjang, mulai dari dunia hukum, pemerintahan hingga politik nasional.
Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Bupati Soppeng dan kemudian melangkah ke panggung politik nasional sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024. Di internal Partai Golkar, Supriansa juga pernah dipercaya memimpin Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Golkar.

Latar belakang sebagai akademisi hukum sekaligus pengalaman di pemerintahan dan parlemen menjadi modal yang membuat Supriansa memiliki perspektif cukup luas dalam melihat persoalan organisasi dan politik.

Tidak mengherankan jika kemudian dirinya dipandang sebagai salah satu figur yang dapat menjembatani kepentingan antara struktur partai, kader senior, generasi muda, hingga jaringan politik di daerah.

Pandangan Ketua AJOI Soppeng
Ketua Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Soppeng yang juga akademisi, Jamal Hasan Basir, melihat Dr. Supriansa sebagai salah satu tokoh politik Sulawesi Selatan yang memiliki perjalanan karier kuat, terutama karena perpaduan pengalaman hukum, pemerintahan dan politik nasional.

Menurut Jamal, perjalanan Supriansa menjadi menarik karena berangkat dari latar belakang sederhana di Kabupaten Soppeng hingga kemudian mampu menembus panggung politik nasional.

“Supriansa merupakan salah satu tokoh politik Sulawesi Selatan yang memiliki perjalanan karier cukup kuat. Ia memiliki pengalaman di bidang hukum, pemerintahan dan politik nasional. Perpaduan pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika dipercaya menjalankan tugas sebagai Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel,” ujar Jamal.

Ia menilai, tantangan terbesar Supriansa bukan hanya bagaimana menjalankan agenda organisasi, tetapi bagaimana menjaga keseimbangan berbagai kepentingan yang ada di tubuh Golkar Sulsel.

“Golkar adalah partai besar dengan sejarah panjang. Di dalamnya terdapat banyak tokoh, kelompok dan kepentingan politik. Karena itu dibutuhkan figur yang mampu berkomunikasi dengan berbagai komponen, tidak mudah terbawa arus konflik dan mampu membangun suasana organisasi yang lebih solid,” katanya.
Jamal melihat karakter tersebut cukup melekat pada Supriansa karena pengalaman politiknya telah mempertemukannya dengan berbagai kelompok dan kepentingan.

Duet IAS-Supriansa Jadi Perhatian
Penunjukan Supriansa sekaligus membuat duet IAS-Supriansa menjadi salah satu kombinasi yang menarik untuk diamati dalam perjalanan Golkar Sulsel ke depan.
IAS merupakan figur senior dengan pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan, sementara Supriansa memiliki pengalaman sebagai politisi nasional sekaligus berlatar belakang hukum.

Keduanya kini dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat kembali mesin politik Golkar Sulsel.
IAS sendiri telah menyatakan akan bersinergi dengan Supriansa untuk membesarkan kembali Golkar di Sulsel. Sementara Supriansa menegaskan kesiapannya menjalankan setiap penugasan partai.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Endang Sari, juga menilai penunjukan Supriansa dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi internal yang strategis bagi Golkar Sulsel.

Target Mengembalikan Marwah Golkar
Tugas utama kepemimpinan baru Golkar Sulsel tidak ringan. Partai berlambang pohon beringin tersebut dituntut kembali memperkuat struktur organisasi hingga tingkat daerah dan mengembalikan daya saing politiknya.
Supriansa sendiri telah menyampaikan bahwa dirinya siap membantu mengembalikan marwah dan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan.

Karena itu, posisi Ketua Harian bukan sekadar jabatan tambahan dalam struktur organisasi. Posisi tersebut berpotensi menjadi simpul penting yang menghubungkan kepemimpinan provinsi dengan kader dan struktur Golkar di berbagai daerah.

Bagi Supriansa, panggung baru ini sekaligus menjadi ujian politik berikutnya: apakah pengalaman hukum, pemerintahan dan politik nasional yang dimilikinya mampu diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi untuk menyatukan berbagai komponen Golkar Sulsel.

Jika mampu dijalankan dengan konsisten, duet IAS-Supriansa berpeluang menjadi salah satu kekuatan penting dalam proses konsolidasi dan regenerasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan: mampukah Supriansa menjadi perekat berbagai kekuatan di tubuh Beringin sekaligus mengantarkan Golkar kembali menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *