Soppeng — Spionasenews. Com. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., mengaku kecewa berat terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng yang menelan anggaran hingga sekitar Rp276 miliar, namun hingga kini belum juga rampung sebagaimana yang diharapkan.
Kekecewaan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Soppeng. Bupati menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan dengan nilai anggaran yang sangat besar harus dikerjakan secara maksimal, tepat sasaran, serta mengutamakan kualitas bangunan.
Suwardi Haseng menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar mengejar penyelesaian proyek secara fisik. Lebih dari itu, bangunan tersebut akan menjadi tempat belajar dan menimba ilmu bagi generasi masa depan Kabupaten Soppeng.
Karena itu, menurutnya, kualitas bangunan menjadi skala prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar target waktu penyelesaian.
“Dengan anggaran yang begitu besar, tentu masyarakat berharap pembangunan ini dapat memberikan hasil yang maksimal. Yang paling utama bagi kami adalah kualitas bangunannya. Jangan sampai pembangunan dilakukan asal selesai, tetapi kemudian menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Suwardi Haseng.
Bupati menilai, setiap pekerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran besar harus memiliki tanggung jawab yang sebanding. Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek diharapkan benar-benar bekerja sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia juga meminta agar pihak-pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap lambannya penyelesaian pembangunan tersebut.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar selesai dengan baik dan memiliki kualitas yang layak. Jangan hanya mengejar cepat selesai, tetapi kualitasnya diabaikan,” ujarnya.
Menurut Suwardi Haseng, fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, pembangunan gedung sekolah harus memiliki standar kualitas yang baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada para peserta didik dan tenaga pendidik.
Bupati Soppeng itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan, terutama terhadap kualitas pekerjaan di lapangan.
Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap anggaran yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat.
“Sekolah ini nantinya digunakan oleh anak-anak kita. Maka kualitasnya harus benar-benar diperhatikan. Keselamatan, kenyamanan, kekuatan bangunan, dan kelayakan fasilitas harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai anggaran sekitar Rp276 miliar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng.
Namun demikian, keterlambatan penyelesaian proyek menjadi perhatian serius, terlebih dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan tersebut.
Bupati Suwardi Haseng berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat meningkatkan kinerja dan menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak menginginkan pembangunan yang hanya terlihat megah dari luar, tetapi harus memiliki kualitas konstruksi yang benar-benar terjamin.
“Bagi kami, kualitas adalah prioritas. Jangan karena ingin cepat selesai, kemudian kualitas bangunan dikorbankan. Dengan anggaran sebesar Rp276 miliar, hasilnya harus benar-benar maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dengan sikap tegas tersebut, Bupati Soppeng berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera diselesaikan sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga fasilitas tersebut nantinya benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.







