Maulid di Masjid Babuttaubah Pajalesang, Bupati Soppeng Tekankan Teladan Nabi dalam Piagam Madinah

Uncategorized10 Dilihat

Soppeng — Spionasenews.com. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, menjadi momentum untuk memperkuat nilai persatuan, toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dalam sambutannya mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk kembali memahami sekaligus mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ungkap Bupati Suwardi di hadapan jamaah.
Teladan Rasulullah dalam Membangun Persatuan

Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati Suwardi adalah keteladanan Rasulullah SAW dalam menyatukan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

Ia mengajak masyarakat Soppeng untuk mengambil pelajaran dari Piagam Madinah, yang menurutnya menjadi salah satu contoh penting dalam sejarah bagaimana Rasulullah SAW membangun kehidupan masyarakat yang mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga persatuan dan hidup berdampingan.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Suwardi, nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Perbedaan, kata dia, bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Ia pun mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah, serta meningkatkan kepedulian dan empati terhadap sesama.

“Dengan memperkuat persaudaraan, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan, kita dapat menjaga kehidupan masyarakat agar tetap harmonis,” katanya.
Yassisoppengi Jadi Kekuatan Pembangunan

Bupati juga menekankan bahwa semangat persatuan dan gotong royong sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan daerah. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat luas.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat Yassisoppengi, budaya gotong royong serta kepedulian sosial sebagai modal bersama dalam membangun Bumi Latemmamala.
Suwardi berharap kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Kabupaten Soppeng mampu berkembang menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing dan mendapat keberkahan.

Apresiasi kepada Pengurus Masjid dan Panitia

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Maulid memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi antarwarga.

“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Islam dan mendapat nilai ibadah di sisi Allah SWT,” harapnya.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Bupati Soppeng bersama Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah serta jamaah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadikan akhlak, kepemimpinan, persaudaraan dan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan sosial dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Soppeng secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *