IKA UNHAS GOWA Gelar Dialog Kebangsaan, Bahas Gejolak Geopolitik Global dan Ancaman terhadap Kedaulatan Negara

Uncategorized187 Dilihat

GOWA – Spionasenews. Com. Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) Kabupaten Gowa akan menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan bertema “Gejolak Geopolitik Global dan Dampaknya terhadap Kedaulatan dan Pertahanan Negara” pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 13.00 WITA di Kedai Dewi, Jalan Agus Salim No.3, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal serta akademisi dan pakar politik Adi Suryadi Culla sebagai pemateri utama.
Ketua IKA UNHAS Gowa, Irwansyah Sukarana mengatakan, dialog kebangsaan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi geopolitik dunia yang terus mengalami perubahan signifikan dan berpotensi memengaruhi stabilitas nasional Indonesia.
Menurutnya, memasuki tahun 2026, kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu titik persaingan kekuatan besar dunia atau Great Power Rivalry. Indonesia sebagai negara strategis di kawasan dinilai menghadapi tantangan besar terkait kedaulatan negara, bukan hanya pada wilayah darat dan laut, tetapi juga ruang udara dan aspek pertahanan strategis lainnya.
“Sebagai bangsa besar, keterbukaan terhadap kerja sama internasional tidak boleh dibayar dengan gadai kedaulatan. Indonesia harus tetap berdiri pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak menjadi pion kepentingan negara mana pun,” ujar Irwansyah dalam keterangannya.
Ia menegaskan, Komisi I DPR RI memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap nota kesepahaman atau kerja sama pertahanan dengan negara asing tetap berpijak pada kepentingan nasional serta menjaga martabat bangsa.
Dalam konteks sejarah, semangat perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, disebut memiliki warisan besar dalam menjaga harga diri bangsa. Semangat perjuangan Sultan Hasanuddin dinilai menjadi simbol ketegasan rakyat Sulawesi Selatan dalam melawan hegemoni asing.
“Spirit Siri’ na Pacce harus tetap hidup dalam diri generasi muda. Ketika ada potensi intervensi asing yang mengganggu kedaulatan bangsa, maka ketegasan dan keberanian harus kembali digaungkan dari tanah para pejuang,” lanjutnya.
Dialog kebangsaan tersebut juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam menjaga narasi nasionalisme di tengah derasnya arus informasi global yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan nasional.
IKA UNHAS Gowa menilai pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus memiliki pemahaman mendalam mengenai ancaman modern yang dapat melemahkan kedaulatan negara tanpa invasi fisik secara langsung.
Sementara itu, kehadiran Syamsu Rizal bersama Adi Suryadi Culla diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan negara dan aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Kabupaten Gowa.
Forum ini diproyeksikan menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kedaulatan negara merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
“Dialog ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum mempertegas bahwa Ibu Pertiwi adalah milik rakyat dan harga diri bangsa tidak boleh dinegosiasikan atas nama diplomasi apa pun,” tutup Irwansyah Sukarana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *