Pemkab Soppeng Gandeng Investor untuk Peningkatan SPAM PDAM Soppeng, Skema BOT Tanpa Beban APBD

Uncategorized731 Dilihat

Soppeng–Spionasenews.com. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, secara langsung memimpin Expose pemaparan proyek Sistem Pasokan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT), bersama Direksi PDAM dan pihak investor pada Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini dijadikan tonggak sejarah baru dalam upaya peningkatan infrastruktur dasar guna mewujudkan visi “Soppeng Setara” melalui pembenahan manajemen air bersih secara menyeluruh.

Langkah Jangka Panjang Atasi Masalah Air Bersih

Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa kerja sama dengan investor merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya. “Proyek raksasa ini bukanlah beban hutang bagi daerah. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada media.

Menurutnya, wujud komitmen dan visi pemerintah daerah adalah memperbaiki serta meningkatkan sarana air perkotaan agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan hak dasar berupa air bersih yang layak. Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk kecerdasan manajerial dalam mengelola infrastruktur publik tanpa menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara ekstrem, namun tetap menjamin kualitas layanan maksimal.

Dua Pilar Utama Perombakan SPAM

Plt. Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, menyambut baik langkah tersebut dan menjelaskan bahwa perombakan menyeluruh akan difokuskan pada dua pilar utama:

  • Mengganti jaringan pipa lama yang sering mengalami kebocoran atau penyumbatan untuk memastikan tekanan air stabil hingga ke rumah warga.
  • Penyediaan sumber air baru dengan melakukan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng guna mengantisipasi kekeringan.

Skema BOT dengan Tiga Prinsip Utama

Kehadiran investor mengajukan skema kerja strategis jangka panjang melalui model BOT selama 30 tahun, yang dirancang agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan masif tanpa membebani APBD. Sesuai regulasi, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah pada akhir masa kerja sama.

Hasanuddin menegaskan tiga prinsip utama dalam proyek ini:

  • Zero APBD: Tidak menggunakan anggaran daerah sama sekali.
  • Teknologi Modern yang Transparan: Penerapan sistem terkini dengan pengelolaan yang terbuka.
  • Peningkatan Cakupan Pelayanan Berkelanjutan: Memastikan akses air bersih dapat diraih oleh seluruh warga.

“Penataan sarana perairan bersih bagi warga kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan segera menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Hadiri Jajaran Pimpinan Daerah

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Selle Ks Dalle, Sekretaris Daerah Soppeng Andi Muhammad Surahman, para Kepala Dinas terkait, Direktur PDAM Soppeng Hasanuddin, serta pihak investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *