Soppeng–Spionasenews.com. Puskesmas Pembantu (Pustu) Jolle di Desa Umpungen, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menuai kritik. Meskipun papan pengumuman menyatakan Pustu tersebut memberikan pelayanan gawat darurat, kenyataannya berbeda. Hasil pemantauan awak media menunjukkan Pustu Jolle tutup sejak pukul 14.40 WITA (Tiba dilokasi), sehingga masyarakat kehilangan akses layanan kesehatan darurat.
Pustu Jolle ditemukan dalam keadaan tertutup dan terkunci gembok. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Pustu dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam situasi gawat darurat. Pernyataan yang tertera di papan pengumuman tentang pelayanan 24 jam atau pelayanan gawat darurat terkesan bertentangan dengan fakta di lapangan.
Ketidakhadiran petugas kesehatan di Pustu Jolle pada jam operasional menimbulkan kekhawatiran akan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, terutama dalam kondisi darurat. Hal ini berpotensi membahayakan keselamatan jiwa masyarakat, khususnya di daerah terpencil seperti Desa Umpungen.
Peristiwa ini mendesak adanya evaluasi dan tindakan dari pihak terkait, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng maupun Pemerintah Desa Umpungen, untuk memastikan Pustu Jolle menjalankan fungsinya sesuai dengan amanat dan harapan masyarakat. Diharapkan pihak terkait segera menindaklanjuti temuan ini dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai merupakan hak dasar setiap warga negara, dan Pustu Jolle diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal.
Sementara itu Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Muhammad Evanuddin di konfirmasi via Telepon menyampaikan bahwa semestinya pelayanan Darurat itu 24 jam.
Lanjut Plt Dinas Kesehatan akui bahwa memang saat ini kekurangan tenaga medis, sehingga membutuhkan tenaga medis yang dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.













