Wawancara Eksklusif Dengan AKBP Dr. Muhammad Yusuf

Uncategorized586 Dilihat

Diakhir masa jabatan Kapolres Soppeng AKBP Dr. muhammad Yusuf Usman. Media Spionase news melakukan wawancara Eksklusif.

Q: Apa yang menjadi kebanggaan anda selama menjadi Kapolres di 2 tahun terakhir?
A: alhamdulillah tidak terasa telah 2 tahun menjadi Kapolres Soppeng, banyak hal positif yang saya rasakan berbeda dengan di tempat-tempat lainnya. Antara lainnya beban kerja kita mudah terjalan.
Ada beberapa program yang saya jalankan sebelumnya, kemudian saya rasakan kembali itu di Soppeng, respon masyarakat luar biasa, penerimaan, kehangatan, kebersamaan orang-orang soppeng ini saya rasakan berbeda. Ada budaya yang saya lihat, yang baru saya ketahui beberapa bulan terakhir. Filosopi yang luar biasa menurut saya, yang kita menghargai orang lain, jangankan dia tidak punya apa-apa, tidak punya apa-apa saja, dia memberikan kita pelayanan luar biasa, apalagi ketika dia punya sesuatu untuk dia layani kepada pendatang. Dan itu saya rasakan kabupaten soppeng selama dua tahun.
Program pertama saya yang saya canangkan itu program safari subuh. Saya keliling pada saat subuh berjamaah, mengajak anggota, ngajak masyarakat, ngajak siapapun yang ingin sama-sama membutuh karakter. Tujuan awal saya adalah membutuhkan karakter anggota. Kalau anggota ini punya ketahatan, keimanan, saya yakin sama masyarakat dia akan takut. Sama Allah dia akan takut berbuat aneh, kalau dia sudah lima waktunya tepat, apalagi itu di mesjid. Dan tentu kita pimpinan harus kasih contoh dulu ke anggota. Kalau Komandannya sudah ngasih contoh, kemudian dia bercerita pasti enak. Tapi kalau dia cuma perintah anggota, sementara dia tidak melaksanakan, saya yakin percaya juga hambar. Dan Alhamdulillah, ini bisa berjalan dengan baik. Penerimaan kita di semua mesjid yang saya rasakan luar biasa. Ketika kita sholat, sudah siap nasi kuning, ada sokkok di semua mesjid. saya tidak merasakan itu di tempat lain. Kemudian keakraban dengan seluruh masyarakat saya juga sering melaksanakan kegiatan warga, baik sepak bola, bulu tangkis, tennis, lain-lain.. Sangat welcome dan penerimannya luar biasa. Makanya mungkin tidak terasa ya, berapa kegiatan agenda nasional di sini terlewat dengan Alhamdulillah kondusif, dengan mudah karena Sudah sangat menyatu dan saling kenal.
Yang ketiga, teman-teman media. Poin yang paling penting yang sering saya sampaikan di setiap kesempatan, media ini punya peranan yang sangat besar dalam karir saya. Kenapa demikian? Karena teman-teman ini adalah yang membesarkan saya. Membesarkan kegiatan-kegiatan Polres yang positif. Meskipun memang ada beberapa berita-berita yang mengkritik kepolisian, saya terima. Dan kita harus menerima ketika ada kritik yang membangun. Yang salah adalah ketika kita komunikasi, teman-teman media komunikasi kita tidak nyambung. Akhirnya miskomunikasi munculah hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan Alhamdulillah sini, semua orang tahuan, saya hampir sekatkan media, semuanya kooperatif. Meskipun tadi ada teman-teman yang mengkritisi cara bagaimana dan segala macam, saya terima positif dan itu baik. Itu baik. Karena saya punya prinsip juga, ketika semuanya baik, saya juga berpikiran. Kenapa kok semuanya baik? Apa saya ini terlalu baik? Atau orang pura-pura baik sama saya? Mungkin gitu. Akhirnya saya ajak untuk kita komunikasi.

Q: Lanjut, Pak. Pertanyaan kedua. Tadi kan kita berbicara tentang kebanggaannya. Sekarang kita melihat dari sisi perkembangan keamanan. Sejauh mana pandangan keamanan tentang perkembangan keamanan di Kabupaten soppeng selama masa periode Bapak
A: Alhamdulillah Kabupaten Sopeng ini salah satu kabupaten yang dalam skop nasional sama tingkat provinsi masuk kategori kondusif dengan tingkat kejahatan yang tidak terlalu signifikan tetapi itu bisa dicapai dengan cara-cara strategi kepolisian yang kita laksanakan contoh, strategi kepolisain itu ada tiga langkah stregi kepulisan:

  1. Langkah-langkah preemtif
  2. Langkah prefensive
  3. Langkah refresive.
    Saya jarang sekali menggunakan langkah ketiga, langkah refresive, untuk melakukan penegakan hukum. Jangan sekali saya utamakan ke langkah-langkah prefentive bahwa bisa sama-sama TNI, mendekati masyarakat, ngopi bareng, kerjakan pooling system. Kemudian langkah kedua adalah prefentive, pencegahan, kerjakan patroli. Itu sebenarnya konsep menurut saya adalah konsep menciptakan aman karena aman itu diciptakan tidak mungkin aman tercipta sendiri sudah tidak usah apa-apa, aman Sopeng. aman itu diciptakan dengan cara apa? Lakukan patroli, tiga polsek ini berkumpul disini, patroli bersinggungan jam segini yang ini patroli disini, jam segini, wilayah ini sering macet, sering rampok, sering ini, disini lakukan untuk berputar terus, setiap hari, pada jam rawan. Nah itu yang kita lakukan mungkin sebagian masyarakat itu tidak tahu yang penting masyarakat kita aman. Nah ini yang diciptakan rasa aman karena aman itu kita ciptakan bukan tercipta dengan sendirinya bukan, tetapi kita ciptakan kita ajak tokoh masyarakat, tokoh agama ya tadi, pada setiap kesempatan kita bertemu masyarakat pada saat ngopi, pada saat kita safari Jumat.
    Q: Jumat curhat sebagian dari pendekatan persuasif ya? Oke lanjutnya tadi, apa tantangan terbesar yang dihadapi pada selama ini?
    A: Tantangan terbesarnya, selama kita berada di waktu Sopeng, menurut saya Pilkada kemarin ini. Pilkada ini juga apakah kita mampu untuk mengelola begitu banyak inamika begitu dinamisnya, dinamika Pilkada khususnya Pilkada ya karena memang Pilkada ini berbeda dengan Pilpres kemarin. Pilkada ini menghadapkan kepada dua kubu apalagi kita terdapat dua calon dan itu head to head dan ini dinamikanya juga berbeda. Kami mencoba untuk menyusun strategi agar kedua belah pihak ini bisa komitmen dengan komitmennya bahwa Pilkada ini harus damai, Pilkada ini harus nyaman, Pilkada ini harus berhasil di kabupaten Sopeng tanpa adanya suatu persoalan dan Alhamdulillah kami bersama Pak Kofim, Pak Dandim, Pak Ajak, Pak Bupati yang luar biasa men-support kami untuk kegiatan-kegiatan pengamanan ini sangat membantu sehingga situasi harkam tikmas ini dapat tercipta di kabupaten Sopeng dan bukan kami yang bekerja sepenuhnya, tetapi masyarakat, elemen masyarakat, semua stakeholder, kami ajak komunitas, ormas, teman-teman mahasiswa, adik-adik semuanya kita ajak untuk menjaga ini. Ketika kita punya kekuatan besar seperti ini teman-teman media dibungkus dengan teman-teman media yang membungkus pemberitaan yang edukatif, yang nyaman yang tidak saling menjatuhkan sisi positifnya terutama Black Campaign ini sangat rawan sebenarnya di situ kekhawatiran kita terhadap Pilkada yang kita hadapi. Namun, ya Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan kondusif sampai dengan hari ini
    Q: kita berangkat tadi, masalah tadi, kita masuk pada kinerja dan pencapaian walaupun sebenarnya sudah ada beberapa yang telah dipaparkan melangkah di apa saja yang belum tercapai dalam perencanaan program-program Anda.

A: Alhamdulillah kalau program kegiatan-kegiatan sampai saat ini, terutama Harkam Tikmas ini sudah berjalan dengan sangat baik. Mudah-mudahan semoga nanti ke depan Pakat Polis yang baru nanti bisa sustainable jadi program itu harus sustainable, berkelanjutan dan itu merupakan strategi kepolisian yang bisa digunakan. Hanya saja kembali nanti kebumbinan yang baru seperti apa mungkin punya program-program lain atau program baru sehingga tujuan akhirnya adalah masyarakat ini aman-nyaman di Kaupaten Sopeng. Kemudian program yang lain yang belum dilaksana saya pikir kita mengikuti saja program visi inisinya Pak Kapuri apalagi sekarang ada Asta Cita Pak Presiden Prabowo sekarang domennya adalah Ketahanan Pangan atau Konsol Sembaga Pangan. Saat ini keputusan diarahkan untuk membantu pemerintah dalam ini pemerintah Kaupaten untuk dapat bersama-sama menggelorakan satu, ada tiga program sebenarnya:

  1. Program ketahanan pangan pekarangan jadi anggota masyarakat dihimbau untuk menanam untuk ketahanan pangan bagi mereka sendiri di pengakarangannya.
  2. Memproduktifkan lahan tidur atau lahan tidak terpakai untuk ditanami seperti persawahan, sembako, misalkan jagung dan lain-lain ini diproduktifkan lahan-lahan.
  3. Pengawasan pendistribusiannya pupuk, bibit, hasil panen nanti akan diawasi oleh kepolisian bagaimana pendistribusiannya.
    Nah inilah yang program yang utama yang dicanakan oleh Pak Prabowo, Pak Presiden untuk kuri nanti ke depan seperti apa. Ini mungkin yang program yang nanti ke depan yang akan menjadi ujian termasuk juga makan gratis bagaimana-bagaimana karena polisi juga disitu ikut mengambil bagian untuk melakukan pengawasan saja sementara nanti leading sektornya adalah badan bisnis nasional.

Q: Lanjut kepada tadi kita berbicara tentang masa depan kemudian kepimpinan dan engalaman bagaimana menghadapi konflik atau perbedaan pendapat dengan anggota lain. Ini masuk dalam ketika kan biasanya ada perbedaan pendapat antara sesama kira-kira bagaimana strategi menghadapi perbedaan konflik.
A: Jadi kalau di kepolisian kita bersifat hirarki kepangkatan ini tentu dari pimpinan ke bawah semua kebijakan yang dilakukan oleh pimpinan tertinggi maka itulah yang harus dilaksanakan oleh bawahan. Karena kita melaksanakan kita punya prinsip satiha prabu satiha prabu setia kepada pimpinan dan negara. Kalau diperintahkan pimpinan dan negara selama itu tidak menyalihkan aturan maka itulah yang kita laksanakan. Ada asas-asas yang sudah ditanamkan kepada seluruh personil polri ada triberata tiga berata yang harus dimiliki oleh setiap personil polri ada catur prasetya, empat prasetya yang harus dimiliki oleh mereka di triberata, catur prasetya ini sudah include semua bagaimana itu anggota harus berbuat ketika mereka berbeda pandangan berbeda hal dalam melihat suatu persoalan maka tidak jadi masalah. Maka diatur kemudian oleh pimpinan yang berada di situ selama itu persoalan-persoalan yang bersifat perdinasan maka ada aturan yang sudah mengatur.

Q: Sekarang menangkap kepada bagaimana menjaga kesimpangan tadi antara kepentingan pribadi dan kepentingan publik ketika biasa ada benturan dua hal kepentingan ini bagaimana cara strateginya dalam menghadapi itu.
A: Jadi kepentingan dinas itu adalah kepentingan utama daripada kepentingan pribadi atau golongan itu sudah jelas, kita waktu diangkat di sumpah menjabat sumpah jabatan itu salah satu klauselnya adalah mengutamakan kepentingan pendinasan daripada kepentingan pribadi atau golongan. Artinya sudah jelas jadi kepentingan dinas negara itu di atas segala-galanya.
Q: Masuk kepada isu strategis bagaimana menangani kasus-kasus kriminal yang selama ini kan ada beberapa kasus kriminal yang dianggap lambat penanganannya.
A: Kalau kasus-kasus kriminal tentunya semua membutuhkan proses. Proses disini berbagai kasus ada tipikal kasus tertentu misalkan kalau dikategorikan kasus perkara di risk stream itu ada perkara yang ringan kemudian perkara sedang dan perkara berat bergantung urgensi kasusnya seperti apa. Ketika penyelesaian ataupun kasus-kasus yang ditangani ini tentu ada dinamikanya. Kalau kita ambil satu kasus contoh korban melaporkan satu perkara tetapi ketika dilaporkan sudah mengguni unsur bukti ketika kita mencari pelaku keterbatasan menemukan pelaku.
Seperti beberapa waktu yang lalu ada masyarakat yang komplain ya, belum ketemu Komandan sudah 6 bulan, apakah sudah berbuat atau belum berbuat. Kami sudah berbuat, dibuktikan dengan SP2HP, penyampaian pertimbangan perkara kepada korban, bahwa kami sudah melakukan ini, melakukan ini, biar korban atau masyarakat ini merasa, oh ya perkaranya serius ditangani oleh kepolisian oleh penyidik, tetapi penyidik harus menyampaikan progres perkembangannya ketika ada perkembangan, tidak ada perkembangan lagi, juga disampaikan masyarakat.
Contoh, kita mengejar pelaku katanya di Morowali, angkutnya sudah kesana 2-3 kalimenggunakan anggaran penyidikan yang ada sampai anggaran itu sudah habis belum ketemu orang lagi. Tentu ini persoalan kami mempertanggungjawabkan kepada masyarakat. Makanya juga, penyidik atau kami menghimbau, kalaupun korban merasa tahu, dimana yang bersangkutan, menginformasikan kepada kita keberadaannya dimana dan informasi yang lain, tentu kita sangat senang, karena kita bisa langsung mengambil dan persoalan ini tidak hanya 1-2 persoalan banyak persoalan-persoalan lain yang ditangani oleh kepolisian. Makanya terkadang inilah dilema teman-teman penyidik di Reskrim, ketika menghadapi persoalan yang begitu banyak dengan orang yang sekian kadang-kadang, persoalan-persoalan ini mereka satu penyidik menangani 3 4, ketika ada kegiatan misalkan ada pengamanan, maka mereka meninggalkan dulu bekasnya, selesaiin baru balik lagi, akhirnya terlambat beberapa hari lagi, dikomplain masyarakat gimana perkembangan kasus saya, dan seterusnya dan seterusnya berputar, tetapi tidak ada alasan untuk itu penyidik hanya sanggup atau diharuskan untuk menyampaikan perkembangan kepada pelaku.

Q: Tadi sudah lanjut tentang spesifiknya yang cukup menarik. apa pesan anda bagi masyarakat kebupatan soppeng untuk kedepannya
A: Pesan saya tentunya keamanan, ketertiban masyarakat ini bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kalau kita melihat data perbandingan Dewan Keamanan PBB data dirilis PBB, bahwa yang idealnya berapa orang si polisi bisa menjaga masyarakatnya, yang ideal jawabannya adalah 1 banding 100, 1 banding 75 sampai 1 banding 100. Contohnya kita di Kabupaten Sopeng masyarakat kita 200 ribu anggota saya hanya 340 maka selisih perbandingan itu jauh sekali 1 banding 700 lebih. Jadi diperlukan masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Apa maksudnya masyarakat ini menjadi polisi bagi dirinya sendiri? Ketika mungkin melihat suatu pelanggaran ketika melihat suatu tiba-tiba pidana maka masyarakat harus menjadikan dia sebagai polisi melaporkan, pak disini ada begini pak, pak disini ada begini, tolong bantu kami pak, tolong bantu kami disini. Itu menjadikan dia polisi, menjadikan dia intelijen bagi dirinya sendiri. Oh pak disini ada potensi kerjanya konflik dan segala macam. Ini yang kami dorong masyarakat untuk bahu-membahu sama-sama untuk menjaga keamanan ketertiban kita di Kabupaten Sopeng, tentunya polisi bukan apa-apa dan tidak akan pernah berhasil ketika dia bekerja sendiri. Perlu sinergi, semua stakeholders semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, media teman-teman hormat dan lain-lain, ini harus kompak untuk menjaga Sopeng jangan ada perpecahan cuman karena perbedaan pilihan kemarin tapi mari berangkulan kembali untuk sama-sama bersinergi menciptakan keamanan ketertiban.
Closing statement saya jadilah pribadi yang selalu bisa bermanfaat bagi lingkungan dan kami punya niat dari awal masuk di Kabupaten Sopeng ingin merawat habluminanas hubungan saya dengan seluruh masyarakat di Kabupaten Sopeng dengan tidak melupakan habluminanas hubungan kita sama Tuhan kita, bagaimana kita merawat hubungan baik dengan siapa pun sehingga prinsipnya kita datang cari kawan bukan datang cari musuh. Kalau musuh gampang dicari, kalau kawan susah didapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *