Soppeng–Spionasenews.com. Salotungo kini semakin aktif dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas 1 (satu) melalui penerapan metode cepat membaca. Tiga guru berkompeten, Hj. Ipappa, S.Pd, Nur Pratiwi, S.Pd, dan Ira Syahriani, S.Pd, memimpin inisiatif ini di kelas masing-masing.

Hj. Ipappa, S.Pd, yang mengajar di Kelas 1A, memanfaatkan pendekatan fonetik untuk membantu siswa mengenali dan mengucapkan suara huruf serta kombinasi huruf. “Kami menggunakan berbagai alat bantu seperti kartu kata dan permainan mencocokkan huruf dengan gambar. Anak-anak sangat antusias dan lebih cepat mengenali bunyi dan huruf,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Pratiwi, S.Pd, guru Kelas 1B, menerapkan metode membaca nyaring dan look and say. Ia sering membacakan cerita dengan suara lantang dan mendorong siswa untuk mengikuti kata-kata yang dibaca. “Dengan teknik ini, siswa tidak hanya belajar membaca tetapi juga memahami cerita dan meningkatkan kosakata mereka,” kata Pratiwi.

Di Kelas 1C, Ira Syahriani, S.Pd, menggunakan pendekatan multisensori dan buku bergambar untuk menarik minat siswa. “Anak-anak sangat menikmati kegiatan menulis huruf dengan jari di pasir dan menggunakan buku bergambar untuk belajar kata-kata baru. Metode ini sangat efektif untuk mereka yang membutuhkan pendekatan visual dan kinestetik,” jelas Ira
Ketiga guru ini juga menerapkan permainan interaktif seperti bingo kata dan puzzle kata untuk membuat proses belajar membaca menjadi menyenangkan. “Permainan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca tetapi juga menumbuhkan semangat belajar yang tinggi di kalangan siswa,” tambah Hj. Ipappa.
Pengawas Gugus 1 Soppeng, Sudirman, S.Sos, S.Pd, sangat mendukung inisiatif ini dan berharap metode-metode yang diterapkan dapat membantu meningkatkan tingkat literasi siswa di sekolah. “Kami bangga akan komitmen SDN 7 Salotungo untuk memberikan pendidikan terbaik dan terus berinovasi dalam metode pengajaran. Kami bangga memiliki guru-guru yang berdedikasi seperti Hj. Ipappa, Nur Pratiwi, dan Ira Syahriani,” ujar Sudirman.
Dengan penerapan metode cepat membaca ini, SDN 7 Salotungo berharap dapat mencetak siswa yang tidak hanya mampu membaca dengan baik tetapi juga memiliki kecintaan terhadap literasi sejak dini.












