Lapas Kelas IIA Parepare Paparkan Capaian Kinerja 2025, Dorong Sinergi dan Inovasi Layanan

Uncategorized683 Dilihat

Pare-Pare–Spionasenews.com. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menyelenggarakan kegiatan refleksi akhir tahun untuk memaparkan capaian kinerja serta evaluasi pelaksanaan berbagai program pembinaan warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menegaskan komitmen pihaknya terhadap transparansi publik, inovasi layanan, serta penguatan kerja sama lintas sektor.

Terobosan Kolaborasi dengan Kemenaker melalui Program Magang

Salah satu program yang dinilai berdampak signifikan sepanjang tahun adalah kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui penempatan tenaga magang. Program ini melibatkan fresh graduate yang diberdayakan selama enam bulan untuk membantu tugas administratif dan teknis sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Adik-adik tenaga magang ini sangat membantu kinerja kami. Mereka dikontrak selama enam bulan dan menerima honor dari Kemenaker sesuai standar upah daerah. Ini adalah bentuk sinergi yang sangat positif bagi peningkatan kinerja Lapas,” ujar Marten.

Transformasi Kelembagaan dan Penambahan SDM Kesehatan

Marten juga menjelaskan adanya perubahan struktur kelembagaan pasca terbentuknya Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dimana Lapas kini berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas layanan, Lapas Kelas IIA Parepare mendapatkan tambahan sumber daya manusia di sektor kesehatan, yaitu satu tenaga dokter dan tiga perawat. Penambahan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan medis yang lebih baik bagi sekitar 580 warga binaan yang saat ini tinggal di dalam Lapas.

Berbagai Capaian Penting dalam Pembinaan dan Keamanan

Hingga tanggal 30 Desember 2025, Lapas Parepare mencatat sejumlah capaian utama sebagai berikut:

  • Program Integrasi: Sebanyak 277 warga binaan dinyatakan bebas, dengan 178 di antaranya memperoleh Pembebasan Bersyarat (PB). Angka ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan kepribadian dan perilaku warga binaan.
  • Keamanan dan Ketertiban (Kamtib): Petugas melaksanakan 74 kali razia dan menyita ratusan unit handphone ilegal yang kemudian dimusnahkan. Sepanjang tahun 2025, Lapas Parepare berada dalam kondisi aman dan kondusif, tanpa adanya insiden pelarian narapidana.
  • Pendidikan dan Pembinaan Rohani: Program pendidikan Paket A, B, dan C tetap berjalan secara teratur. Selain itu, pembinaan kerohanian seperti tahfidz Al-Qur’an, ibadah kristiani, serta kegiatan kepramukaan juga dilaksanakan dan bahkan berhasil meraih prestasi di tingkat wilayah.
  • Rehabilitasi Sosial: Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan dilaksanakannya program rehabilitasi sosial perdana bagi 250 warga binaan. Program ini fokus pada perubahan pola pikir, pembentukan kedisiplinan, serta peningkatan kesiapan warga binaan untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat.

Komitmen Perbaikan untuk Tahun 2026

Menutup kegiatan refleksi, Marten menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan tugas sepanjang 2025. Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja di tahun mendatang.

“Kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi. Kritik dan pandangan masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi di tahun 2026,” pungkasnya.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini juga dihadiri oleh perwakilan keluarga warga binaan serta pejabat struktural Lapas Kelas IIA Parepare, sebagai wujud komitmen dalam menerapkan keterbukaan informasi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *