Makkasar–Spionasenews.com. Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026), resmi berakhir dengan menetapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang akrab disapa ACO, sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Proses Musda yang berlangsung dinamis akhirnya mencapai kesepakatan secara aklamasi. Meski penetapan dilakukan tanpa pemungutan suara, perjalanan menuju aklamasi diwarnai berbagai dinamika politik yang cukup sengit di internal partai.
Salah satu dukungan yang sejak awal konsisten mengalir kepada IAS datang dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Bone. Ketua DPD II Golkar Bone, Andi Pashar Pajalangi, menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen sejak awal untuk mendukung IAS memimpin Golkar Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Pashar Pajalangi, dukungan tersebut bukan hanya sebatas pernyataan politik, tetapi diwujudkan melalui komitmen penuh dalam mengawal proses Musda hingga IAS resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.
“Kami sejak awal telah menyatakan sikap mendukung IAS. Komitmen itu terus kami pegang hingga proses Musda selesai. Walaupun dinamika yang terjadi cukup ketat, kami tetap konsisten mengawal perjuangan beliau,” ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan IAS diharapkan mampu membawa Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin solid dan siap menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.
Andi Pashar juga mengajak seluruh kader Golkar di Sulawesi Selatan untuk mengakhiri seluruh perbedaan yang terjadi selama proses Musda dan kembali bersatu di bawah kepemimpinan IAS.
“Musda telah selesai. Kini saatnya seluruh kader bersatu, memperkuat soliditas partai, dan bekerja bersama membesarkan Golkar di Sulawesi Selatan,” katanya.
Dengan berakhirnya Musda XI, kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin diharapkan segera melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat komunikasi dengan seluruh DPD II, serta menyusun langkah strategis menghadapi agenda politik pada periode 2026–2031.









