Miris, Semua Kepala Desa Absen di Tudang Sipulung Camat Ganra, Jadi Sorotan dan Tuai Tanda Tanya

Uncategorized298 Dilihat

SOPPENG – Spionasenews.com. Kegiatan silaturahmi perdana yang dikemas dalam tradisi Tudang Sipulung oleh Camat Ganra yang baru, Nurul Azmi, S.IP., M.M., justru menyisakan sorotan tajam. Pasalnya, dari total empat desa di Kecamatan Ganra, empat kepala desa dilaporkan tidak hadir dalam forum yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Ganra, Kamis (16/7/2026).

Padahal, acara yang mengusung nilai musyawarah khas Bugis ini dirancang sebagai ajang penguatan sinergi antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa pasca penugasan Nurul Azmi sebagai Camat Ganra. Surat undangan resmi pun telah dikirimkan jauh hari kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Ganra.

Namun hingga acara usai, ke empat kepala desa tidak hadir. Keempat nama yang tidak terlihat batang hidungnya itu sontak menjadi buah bibir di kalangan peserta yang hadir, mulai dari unsur Forkopimca, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, hingga jajaran UPTD dan Puskesmas.

“Kami melihat ini sangat disayangkan. Apalagi ini pertemuan pertama pak camat baru. Biasanya ini momen penting untuk saling kenal dan menyamakan langkah,” ujar salah satu masyarakat yang turut hadir, enggan disebutkan namanya.

Ketidakhadiran para kepala desa tanpa konfirmasi jelas dinilai mengganggu esensi Tudang Sipulung yang sejatinya mengedepankan kebersamaan dan keterbukaan. Forum yang seharusnya menjadi ruang dialog konstruktif justru diwarnai ketidakhadiran kolektif dari jajaran pemerintahan desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keempat kepala desa terkait alasan ketidakhadiran mereka. Tak pelak, kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik. Apakah ini bentuk protes simbolis, kendala teknis, atau sekadar kurangnya respons terhadap undangan resmi kecamatan?

Sementara itu, dalam sambutannya, Camat Ganra Nurul Azmi tetap menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa silaturahmi ini adalah awal dari komunikasi terbuka bagi semua pemangku kepentingan.

“Kami berharap ke depan sinergi ini terus berjalan, karena program-program kecamatan hanya akan berhasil jika ada dukungan dari seluruh elemen, termasuk pemerintah desa,” tegas Nurul Azmi di hadapan peserta yang hadir.

Kegiatan tersebut tetap berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Ketua TP PKK, BPD, Kepala UPTD Dikbud, Kepala Puskesmas Ganra, Kapolsek, Babinsa, serta para kepala sekolah dan tokoh agama. Namun, absennya empat kepala desa menjadi catatan merah tersendiri di awal masa kepemimpinan Camat Nurul Azmi.

Ke depan, masyarakat Ganra berharap agar hubungan antara kecamatan dan desa tetap harmonis. Tudang Sipulung bukan sekadar acara seremonial, melainkan cermin budaya musyawarah yang harus dijaga. Ketidakhadiran kolektif ini diharapkan tidak berulang dan segera dicarikan solusi komunikasi antar kedua pihak.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *