Pakatto, Kabupaten Gowa –Spionase news. Com. Kabupaten Soppeng meraih prestasi gemilang dengan empat desa yang ditobatkan sebagai Desa Terbaik tingkat Propinsi Sulawesi Selatan pada acara Retreat Desa Tingkat Propinsi yang diadakan di Pakatto, Kabupaten Gowa. Acara yang diarahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman menjadi momen kebanggaan bagi warga dan aparatur desa dari Soppeng yang berhasil bersaing dengan ratusan desa lain di provinsi.
Keempat desa yang meraih penghargaan masing-masing unggul dalam kategori yang berbeda, sebagai berikut:
- DESA BELO (KEC. GANRA): TERBAIK DALAM PERAN DAN KONTRIBUSI LEMBAGA DESA

Desa Belo dinobatkan sebagai Desa Terbaik dalam kategori “Peran dan Kontribusi pada Lembaga-Lembaga Desa” tingkat propinsi. Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie. A, S.IP., N.LP., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini.
“Kami tidak menyangka bisa meraih penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, dan aparatur desa yang selalu berkomitmen memperkuat peran lembaga-lembaga desa dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wahyu.
- DESA KEBO (KEC. LILIRILAUN): TERBAIK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI RESTORASI JUSTICE
Desa Kebo mendapatkan penghargaan atas dedikasinya sebagai “Hakim Penyelesaian Perkara Sengketa Tanah” dalam program Restorasi Justice (RJ) di luar pengadilan. Kepala Desa Kebo menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem kekeluargaan yang masih kuat di desa.
“Kekuatan sistem kekeluargaan yang masih tinggi membuat warga lebih mudah berkomunikasi dan menyelesaikan sengketa secara damai, tanpa harus sampai ke pengadilan. Ini bukti bahwa prinsip Restorasi Justice yang menekankan pemulihan hubungan antar warga bisa berjalan dengan baik di desa kami,” jelasnya.
- DESA TELLU LIMPOE: TERBAIK DALAM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DESA
Desa Tellu Limpoe dinobatkan sebagai Desa Terbaik pada pengelolaan perpustakaan desa. Perpustakaan desa yang dikelolanya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, terutama anak muda dan pelajar.
Menurut perwakilan Desa Tellu Limpoe, pengelolaan perpustakaan yang terstruktur dan berbagai program literasi yang rutin diadakan telah berhasil meningkatkan minat baca warga dan mendukung pendidikan di desa.
- DESA GANRA (KEC. GANRA): TERBAIK DALAM PENGELOLAAN DIGITALISASI
Desa Ganra meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik dalam pengelolaan digitalisasi. Desa ini sukses menerapkan teknologi digital dalam berbagai aspek pemerintahan desa, seperti pengelolaan data warga, pelayanan publik secara daring, dan pendataan sumber daya alam.

Perwakilan Desa Ganra menjelaskan bahwa digitalisasi telah mempercepat pelayanan kepada warga dan meningkatkan transparansi pemerintahan desa, sehingga mendapatkan apresiasi dari juri acara.
Pada kesempatan itu, Gubernur Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa yang meraih penghargaan. “Prestasi ini membuktikan bahwa desa-desa di Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya,” ujar Gubernur.
Acara retreat ini juga diisi dengan diskusi tentang strategi pengembangan desa masa depan, dengan harapan seluruh desa di provinsi dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan merata.













