SOPPENG–Spionasenews.com. Kabupaten Soppeng kembali mencatatkan prestasi membanggakan di skala nasional. Dalam rilis resmi daftar 197 Kabupaten/Kota Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Soppeng menempati peringkat 20 secara nasional dan sekaligus menjadi yang terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (11 November 2025).
Pencapaian ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menurunkan angka stunting melalui berbagai program intervensi gizi spesifik maupun sensitif. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Tim Penggerak Program Keluarga Harapan (TP PKK), hingga peran aktif masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah menjaga komitmen dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti bahwa upaya nyata di lapangan memberikan dampak signifikan pada kualitas kesehatan generasi masa depan.
“Kita tidak bisa mencapai ini sendirian. Setiap elemen masyarakat, dari petugas posyandu yang rajin ke rumah hingga dinas yang mengkoordinasikan program, telah memberikan kontribusi berharga. Ini adalah kebanggaan bagi semua warga Soppeng dan janji untuk anak-anak kita yang lebih sehat,” ungkap Bupati Suwardi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Soppeng antara lain penguatan posyandu sebagai titik layanan utama di daerah pedesaan, percepatan layanan gizi untuk ibu hamil dan balita (termasuk pemberian suplemen gizi dan pemantauan pertumbuhan rutin), pemenuhan sanitasi dan akses air bersih, pendampingan intensif kepada keluarga berisiko stunting, serta monitoring teratur oleh tim teknis kabupaten dan desa. Konsistensi dalam melaksanakan langkah-langkah ini yang membawa Soppeng menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang masuk lima besar provinsi dan menduduki peringkat 20 secara nasional.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng, Dra. Siti Aisyah, M.Kes, yang juga terlibat dalam tim teknis penurunan stunting, menambahkan bahwa setiap program selalu difokuskan pada dampak nyata bagi masyarakat. “Kita tidak hanya menjalankan program karena ada aturan, tetapi juga memastikan program tersebut benar-benar sampai ke sasaran. Jika ada hambatan, kita segera menyesuaikan strategi agar tidak terhenti,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Soppeng diharapkan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya, sehingga upaya memutus mata rantai stunting dapat terwujud secara berkelanjutan. Prestasi ini juga sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh daerah di Sulawesi Selatan untuk memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.












