SPIONASENEWS, MAKASSAR -Perlehatan Pesta Demokrasi Pemilihan Walikotadan Wakil Walikota Makassar sisa beberapa hari lagi, persiapan pelaksanakan semaksimaal dilakukan segenap perangkat penyelenggara Pilkada mempersiapkan terkhusus dari KPU dan Bawaslu,namun kali ini pihak KPU mendapat kritikan keras dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia.
DPP APKAN RI melalui Kepala Biro Pemerintahan Andi Gusthi. SH di ruang kerajanya mengatakan ada apa pihak KPU berencana memindahkan tempat penyelenggaraan Debat Kandidat di Jakarta meski itu kegaitannya secara live melalui siaran TV, masyarakat bisa menyaksikan langsung,namun yang jadi pertanyaan kenapa mesti di jakarta, sementara kota makassar masih dalam situasi kondusif dan tidak ada riak riak atau tanda tanda yang bisa menggnggu terjadinya hal buruk pelaksanaan debat kandidat

KPU adalah lembaga penyelenggaraan pesta demokrasi, suatu lembaga yang diberikan amanah untuk melaksanakan pemilihan secara langsung, pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada KPU menahkodai setiap penyelenggaran pesta demokrasi agar berjalan balik sesuai dengan mekanisme dan harapan masayarakat melahirkan sosok pemimpin di daerah masing masing,artinya setiap rangkaian acara pilkada harus berlangsung di daerah masing masing yang di saksikan oleh warganya termasuk Debat Kandidat.
Kami Berharap pada Pihak KPU agar rencana penyelenggaraan Debat kandidat jangan di kampung orang karena yang mau cari pemimpin warga kota makassar jadi kenapa harus di sana ada apa dengan KPU,dan kalau harus di jakarta apa sebab nya dan pihak KPU wajib memberikan keterangan pers atau sosialisasi kan alasannya, karena masyarakat makassar tidak bodoh dan setidaknya sdh tau Undang undang serta aturan dan tata cara pelaksanaan Pilkada jadi masyarakat butuh penjelasan yang akurat dan masuk akal termasuk kami di DPP APKAN RI. ucap A .Gusthi
Harapan masyarakat Makassar, kenapa debat oandidat harus dilaksanakan di Jakarta, kenapa bukan di makassar saja, tanda tanya ini belum bisa terjawab, sementara kota Makassar dalam kondisi kondusif dan aman terkendali.












