Soppeng–Spionasenews.com. Tasyakuran yang digelar Brigjen Pol Faizal di Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Minggu (7/6/2026), tidak sekadar menjadi ekspresi syukur atas kepulangannya dari Tanah Suci dan amanah baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Nusa Tenggara Timur.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen strategis masyarakat Soppeng dalam suasana yang hangat, cair, dan penuh kekeluargaan.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, kehadiran Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh politik, anggota DPRD, unsur Forkopimda, akademisi, serta berbagai organisasi kemasyarakatan menjadi potret nyata pentingnya menjaga kohesi sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.
Momentum tersebut semakin menarik perhatian publik dengan hadirnya Andi Mapparemma, SE, MM, figur yang pernah menjadi rival politik Suwardi Haseng pada kontestasi Pilkada Soppeng 2024. Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban bersama Brigjen Pol Faizal dan para tamu undangan lainnya.
Bagi banyak pihak, pemandangan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan simbol kedewasaan demokrasi lokal. Perbedaan pilihan politik yang pernah mengemuka kini larut dalam semangat kebersamaan demi kepentingan daerah yang lebih besar.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Faizal menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan sosial yang selama ini telah terbangun dengan baik di tengah masyarakat.
Ia mengisahkan perjalanan panjangnya menanti kesempatan menunaikan ibadah haji yang baru terwujud setelah kurang lebih 15 tahun masa penantian. Di saat yang sama, ia juga mengungkapkan rasa bangga atas capaian keluarganya, termasuk putra bungsunya yang berhasil diterima sebagai taruna Akademi Kepolisian.
“Silaturahmi adalah modal sosial yang sangat berharga. Jabatan boleh datang dan pergi, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga. Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah meluangkan waktu hadir pada kesempatan ini,” ujar Brigjen Faizal.
Sebagai putra daerah yang kini mengemban amanah pada level nasional, Brigjen Faizal juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap program-program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan membutuhkan kolaborasi. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung setiap langkah yang bertujuan membawa Kabupaten Soppeng menjadi lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, kehadiran para guru yang pernah mendidik Brigjen Faizal sejak bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah menjadi bagian yang sarat makna dalam acara tersebut. Kehadiran mereka seakan mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah terlepas dari peran pendidikan dan bimbingan para pendidik.
Turut hadir pula alumni SMA Cangadi, alumni SMP Negeri 1 Takkalalla, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat lainnya yang datang untuk memberikan doa dan ucapan selamat.
Ceramah agama yang disampaikan Ustadz Erwin, S.Pd.I menambah kedalaman makna kegiatan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Dari perspektif sosial, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ruang-ruang silaturahmi memiliki peran penting dalam memperkuat modal sosial masyarakat. Di tengah beragam latar belakang dan perbedaan pandangan, pertemuan seperti ini menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat kolektif dalam membangun daerah.
Malam di Takkalalla itu pada akhirnya tidak hanya mencatat sebuah tasyakuran keluarga. Ia menjadi representasi dari nilai-nilai kebersamaan yang hidup dalam masyarakat Soppeng, di mana para tokoh dapat duduk bersama, berbincang tanpa sekat, dan menunjukkan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong percepatan pembangunan daerah.







